23.6 C
New York
Wednesday, July 24, 2024

Buy now

spot_img

Kadiv Humas Polri : Sosok Humas Sejati Ya Sutopo Purwo Nugroho

KADIV Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengaku sangat terinspirasi dan mengidolakan sosok almarhum Sutopo Purwo Nugroho yang meninggal dunia pada Minggu (7/7/2019) dini hari.
Iqbal menyebut Kepala Pusat Badan Informasi dan Humas BNPB itu sangat berdedikasi dalam tugasnya melayani awak media tanpa kenal lelah. Ia pun menilai almarhum sebagai sosok humas sejati.
“Sosok beliau, khususnya kepada saya sangat menginspirasi. Karena sejak Desember 2017 almarhum didiagnosa mengidap kanker paru-paru, tetapi tugasnya sangat luar biasa,” ujar Iqbal di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (7/7/2019).
“Saya kan mengidolakan almarhum, karena almarhum melayani dan meladeni teman-teman media tanpa kenal lelah.
Semua data yang diharapkan, informasi apa pun diberikan, dan betul-betul menjiwai, soul-nya luar biasa. Itu humas sejati,” tuturnya.
Menurutnya, meski tengah melawan kanker paru-paru, sosok pengidola Raisa itu tak memperlihatkan dirinya mengidap penyakit.
Ia pun menilai Sutopo Purwo Nugroho patut menjadi contoh bagi Humas Polri dalam menjalankan tugasnya.
“Seolah tidak mengidap penyakit, almarhum dapat menjawab semua pertanyaan dan melayani semua teman-teman media.”
“Dan hormat kami kepada almarhum selaku humas Polri untuk almarhum sebagai contoh. Kadiv Humas Polri pun jauh dedikasinya.
“Ini juga, Pak Dedi, Pak Karopenmas juga terinspirasi kepada almarhum,” ucapnya.
Lebih lanjut, mantan Wakapolda Jawa Timur itu mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
“Mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah untuk memperberat timbangan amal almarhum di alam barzah.”
“Sekali lagi kita doakan bersama almarhum diterima di sisi Allah SWT, dilapangkan jalannya, dan seluruh keluarganya diberi kekuatan atas cobaan ini,” paparnya.
Sutopo Purwo Nugroho wafat saat tengah menjalani pengobatan di Guangzhou, Tiongkok, Minggu (7/7/2019) sekira pukul 02.00 waktu setempat.
Almarhum meninggal dalam perjuangannya melawan kanker paru-paru, yang didiagnosis menjangkiti tubuhnya sejak awal Desember 2017 silam.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, mengucapkan selamat jalan kepada Ani Yudhoyono yang hari ini meninggal dunia.
“Kami keluarga besar penyintas kanker mengucapkan, “Selamat jalan Ibu Ani SBY. Ibu sudah tidak sakit lagi,” cuitnya di akun Twitter @Sutopo_PN, Minggu (14/4/2019).
“Allah memanggil Ibu karena Allah sayang Ibu. Ibu dipanggil di bulan Ramadhan yang penuh barokah. Jasa Ibu luar biasa untuk negeri ini. Tetaplah berbahagia di surga Ibu,” sambung Sutopo Purwo Nugroho.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mendoakan Ani Yudhoyono cepat sembuh dari kanker.
“Cepat sembuh ya Bu Ani SBY. Yang sabar & ikhlas menjalani semua pengobatan. Saya juga sakit kanker, terus menjalani pengobatan seperti ibu. Semoga sehat kembali & segera kembali ke tanah air,” tulisnya di akun Twitter @Sutopo_PN, Minggu (14/4/2019).
“Ibu Ani yang sedang sakit saja mencoblos. Apalagi yang sehat harus mencoblos nanti ya,” sambung Sutopo Purwo Nugroho, sambil membagikan foto Ani Yudhoyono yang sedang memberikan hak suaranya di ranjang rumah sakit di Singapura.
Sutopo Purwo Nugroho juga pernah mendoakan istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Doa yang dipanjatkan Sutopo Purwo Nugroho, sekaligus memberikan tips kepada Ani Yudhoyono yang saat ini mengidap sakit kanker darah dan tengah dirawat di rumah sakit di Singapura.
“Mohon maaf jika kurang berkenan. Saya hanya sekedar berbagi pengalaman apa yang saya rasakan selama satu tahun ini memderita kanker di level kritis. Jika tidak berkenan mohon didelete berita dan video ini. Tks,” ucapnya Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan singkatnya, Kamis (14/2/2019).
Melalui pesan singkatnya, Sutupo Purwo Nugroho menulis “Doa Untuk Ibu Ani SBY dari Penyintas Kanker Paru Stadium 4B yang sedang Menjalani Kemoterapi ke-8.”
Walaupun merasa dirinya bukanlah siapa-siapa bagi Ani Yudhoyono, Sutopo Purwo Nugroho merasa saat ini Ani Yudhoyono membutuhkan doa darinya.
“Di saat saya sedang menjalani kemoterapi ke-8 di RSPAD Jakarta, sengaja saya mengirimkan doa untuk kesembuhan Ibu Ani SBY dari sakit kanker darah. Saat ini beliau sedang dirawat di NUS Hospital Singapore,” kata Sutopo Purwo Nugroho.
“Bu Ani, mungkin saya bukanlah siapa-siapa bagi Ibu Ani. Tapi saya sebagai penyintas kanker, memahami bagaimana sakitnya secara lahiriah dan batiniah ketika dokter memvonis sakit kanker. Rasa shock, bingung dan sedih pasti memenuhi benak kita. Mengapa saya? Itu pertanyaan yang selalu muncul di awal,” lanjut Sutopo Purwo Nugroho.
Yang terpenting bagi Sutopo Purwo Nugroho, yakni semangat dan rasa ikhlas Ani Yudhoyono saat mendapatkan ujian penyakit kanker darah yang saat ini menyerang tubuhnya.
“Yang penting Ibu Ani tetap semangat, ikhlas menerima ujian sakit kanker darah ini, terus berdoa dan ikhtiar, serta selalu bersyukur kepada Allah SWT karena masih banyak kenikmatan dan kesehatan tubuh lain yang Allah limpahkan kepada Ibu Ani,” paparnya.
Sebagai penyintas kanker paru stadium 4B selama 1 tahun dan menjalani kemoterapi ke-8, Sutopo Purwo Nugroho mengaku sangat memahami dan mengerti betapa sakitnya penyakit kanker tersebut.
Pengidap kanker, ujar Sutopo Purwo Nugroho, perlu sabar dan kuat menghadapi penyakit ganas tersebut.
Sutopo Purwo Nugroho pun berharap Ani Yudhoyono tetap semangat dan jangan menyerah menghadapi kanker darah yang tengah dideritanya.
“Saya sebagai penyintas kanker paru stadium 4B yang sudah menjalani 1 tahun ini dan saat ini sedang menjalani kemoterapi ke-8, memahami dan mengerti sakit kanker itu seperti apa menyakitkannya. Perlu kesabaran dan kekuatan menghadapi ujian yang berat ini,” beber Sutopo Purwo Nugroho. (Vincentius Jyestha)
 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles