https://www.zeverix.comkencang77situs slot gacorkencang77https://www.zeverix.com/iphone-13-masih-layak-dibeli-di-2025-ini-jawaban-lengkapnyaBerita Dunia Online 89001Berita Dunia Online 89002Berita Dunia Online 89003Berita Dunia Online 89004Berita Dunia Online 89005Berita Dunia Online 89006Berita Dunia Online 89007Berita Dunia Online 89008Berita Dunia Online 89009Berita Dunia Online 89010Berita Dunia Online 89011Berita Dunia Online 89012Berita Dunia Online 89013Berita Dunia Online 89014Berita Dunia Online 89015Berita Dunia Online 89016Berita Dunia Online 89017Berita Dunia Online 89018Berita Dunia Online 89019Berita Dunia Online 89020Berita Dunia Online 89021Berita Dunia Online 89022Berita Dunia Online 89023Berita Dunia Online 89024Berita Dunia Online 89025Berita Dunia Online 89026Berita Dunia Online 89027Berita Dunia Online 89028Berita Dunia Online 89029Berita Dunia Online 89030Dunia Digital 79001Dunia Digital 79002Dunia Digital 79003Dunia Digital 79004Dunia Digital 79005Dunia Digital 79006Dunia Digital 79007Dunia Digital 79008Dunia Digital 79009Dunia Digital 79010Dunia Digital 79011Dunia Digital 79012Dunia Digital 79013Dunia Digital 79014Dunia Digital 79015Dunia Digital 79016Dunia Digital 79017Dunia Digital 79018Dunia Digital 79019Dunia Digital 79020Dunia Digital 79021Dunia Digital 79022Dunia Digital 79023Dunia Digital 79024Dunia Digital 79025Dunia Digital 79026Dunia Digital 79027Dunia Digital 79028Dunia Digital 79029Dunia Digital 79030News Dunia Digital 389021News Dunia Digital 389022News Dunia Digital 389023News Dunia Digital 389024News Dunia Digital 389025News Dunia Digital 389026News Dunia Digital 389027News Dunia Digital 389028News Dunia Digital 389029News Dunia Digital 389030News Dunia Digital 389031News Dunia Digital 389032News Dunia Digital 389033News Dunia Digital 389034News Dunia Digital 389035News Dunia Digital 389036News Dunia Digital 389037News Dunia Digital 389038News Dunia Digital 389039News Dunia Digital 389040Daily News Digital 870001Daily News Digital 870002Daily News Digital 870003Daily News Digital 870004Daily News Digital 870005Daily News Digital 870006Daily News Digital 870007Daily News Digital 870008Daily News Digital 870009Daily News Digital 870010Daily News Digital 870011Daily News Digital 870012Daily News Digital 870013Daily News Digital 870014Daily News Digital 870015Daily News Digital 870016Daily News Digital 870017Daily News Digital 870018Daily News Digital 870019Daily News Digital 870020Daily News Digital 870021Daily News Digital 870022Daily News Digital 870023Daily News Digital 870024Daily News Digital 870025Daily News Digital 870026Daily News Digital 870027Daily News Digital 870028Daily News Digital 870029Daily News Digital 870030Fatwah MUI Dunia Digital 630001Fatwah MUI Dunia Digital 630002Fatwah MUI Dunia Digital 630003Fatwah MUI Dunia Digital 630004Fatwah MUI Dunia Digital 630005Fatwah MUI Dunia Digital 630006Fatwah MUI Dunia Digital 630007Fatwah MUI Dunia Digital 630008Fatwah MUI Dunia Digital 630009Fatwah MUI Dunia Digital 630010Fatwah MUI Dunia Digital 630011Fatwah MUI Dunia Digital 630012Fatwah MUI Dunia Digital 630013Fatwah MUI Dunia Digital 630014Fatwah MUI Dunia Digital 630015Fatwah MUI Dunia Digital 630016Fatwah MUI Dunia Digital 630017Fatwah MUI Dunia Digital 630018Fatwah MUI Dunia Digital 630019Fatwah MUI Dunia Digital 630020Fatwah MUI Dunia Digital 630021Fatwah MUI Dunia Digital 630022Fatwah MUI Dunia Digital 630023Fatwah MUI Dunia Digital 630024Fatwah MUI Dunia Digital 630025Fatwah MUI Dunia Digital 630026Fatwah MUI Dunia Digital 630027Fatwah MUI Dunia Digital 630028Fatwah MUI Dunia Digital 630029Fatwah MUI Dunia Digital 630030
https://www.zeverix.comkencang77situs slot gacorkencang77https://www.zeverix.com/iphone-13-masih-layak-dibeli-di-2025-ini-jawaban-lengkapnyaBerita Dunia Online 89001Berita Dunia Online 89002Berita Dunia Online 89003Berita Dunia Online 89004Berita Dunia Online 89005Berita Dunia Online 89006Berita Dunia Online 89007Berita Dunia Online 89008Berita Dunia Online 89009Berita Dunia Online 89010Berita Dunia Online 89011Berita Dunia Online 89012Berita Dunia Online 89013Berita Dunia Online 89014Berita Dunia Online 89015Berita Dunia Online 89016Berita Dunia Online 89017Berita Dunia Online 89018Berita Dunia Online 89019Berita Dunia Online 89020Berita Dunia Online 89021Berita Dunia Online 89022Berita Dunia Online 89023Berita Dunia Online 89024Berita Dunia Online 89025Berita Dunia Online 89026Berita Dunia Online 89027Berita Dunia Online 89028Berita Dunia Online 89029Berita Dunia Online 89030Dunia Digital 79001Dunia Digital 79002Dunia Digital 79003Dunia Digital 79004Dunia Digital 79005Dunia Digital 79006Dunia Digital 79007Dunia Digital 79008Dunia Digital 79009Dunia Digital 79010Dunia Digital 79011Dunia Digital 79012Dunia Digital 79013Dunia Digital 79014Dunia Digital 79015Dunia Digital 79016Dunia Digital 79017Dunia Digital 79018Dunia Digital 79019Dunia Digital 79020Dunia Digital 79021Dunia Digital 79022Dunia Digital 79023Dunia Digital 79024Dunia Digital 79025Dunia Digital 79026Dunia Digital 79027Dunia Digital 79028Dunia Digital 79029Dunia Digital 79030News Dunia Digital 389021News Dunia Digital 389022News Dunia Digital 389023News Dunia Digital 389024News Dunia Digital 389025News Dunia Digital 389026News Dunia Digital 389027News Dunia Digital 389028News Dunia Digital 389029News Dunia Digital 389030News Dunia Digital 389031News Dunia Digital 389032News Dunia Digital 389033News Dunia Digital 389034News Dunia Digital 389035News Dunia Digital 389036News Dunia Digital 389037News Dunia Digital 389038News Dunia Digital 389039News Dunia Digital 389040Daily News Digital 870001Daily News Digital 870002Daily News Digital 870003Daily News Digital 870004Daily News Digital 870005Daily News Digital 870006Daily News Digital 870007Daily News Digital 870008Daily News Digital 870009Daily News Digital 870010Daily News Digital 870011Daily News Digital 870012Daily News Digital 870013Daily News Digital 870014Daily News Digital 870015Daily News Digital 870016Daily News Digital 870017Daily News Digital 870018Daily News Digital 870019Daily News Digital 870020Daily News Digital 870021Daily News Digital 870022Daily News Digital 870023Daily News Digital 870024Daily News Digital 870025Daily News Digital 870026Daily News Digital 870027Daily News Digital 870028Daily News Digital 870029Daily News Digital 870030Fatwah MUI Dunia Digital 630001Fatwah MUI Dunia Digital 630002Fatwah MUI Dunia Digital 630003Fatwah MUI Dunia Digital 630004Fatwah MUI Dunia Digital 630005Fatwah MUI Dunia Digital 630006Fatwah MUI Dunia Digital 630007Fatwah MUI Dunia Digital 630008Fatwah MUI Dunia Digital 630009Fatwah MUI Dunia Digital 630010Fatwah MUI Dunia Digital 630011Fatwah MUI Dunia Digital 630012Fatwah MUI Dunia Digital 630013Fatwah MUI Dunia Digital 630014Fatwah MUI Dunia Digital 630015Fatwah MUI Dunia Digital 630016Fatwah MUI Dunia Digital 630017Fatwah MUI Dunia Digital 630018Fatwah MUI Dunia Digital 630019Fatwah MUI Dunia Digital 630020Fatwah MUI Dunia Digital 630021Fatwah MUI Dunia Digital 630022Fatwah MUI Dunia Digital 630023Fatwah MUI Dunia Digital 630024Fatwah MUI Dunia Digital 630025Fatwah MUI Dunia Digital 630026Fatwah MUI Dunia Digital 630027Fatwah MUI Dunia Digital 630028Fatwah MUI Dunia Digital 630029Fatwah MUI Dunia Digital 630030

Blog

  • Brimob Polda Metro Kawal Pembangunan Jembatan di Pebayuran Bekasi

    Brimob Polda Metro Kawal Pembangunan Jembatan di Pebayuran Bekasi

    Brimob Polda Metro Kawal Pembangunan Jembatan di Pebayuran Bekasi

    Bekasi – Satuan Brimob Polda Metro Jaya mengawal penuh rencana pembangunan jembatan penghubung di Desa Bantarjaya, Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Peninjauan lokasi ini menjadi bagian dari upaya Polri mendorong percepatan infrastruktur yang berdampak langsung pada kelancaran ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat Bekasi.
    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto meninjau secara langsung lokasi pembangunan jembatan, pada Rabu (7/1/2026). Kunjungan Kombes Henik ini menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap program Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dasar.

    Dalam peninjauan tersebut, Kombes Henik melihat langsung kondisi akses yang selama ini digunakan masyarakat. Saat ini, warga masih mengandalkan jembatan swadaya berbahan bambu yang kondisinya tidak layak dan rawan, setelah jembatan permanen sebelumnya rusak akibat banjir. Situasi ini dinilai membutuhkan perhatian serius agar mobilitas masyarakat kembali aman dan lancar.

    Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya sebatas pada aspek keamanan, tetapi juga berperan aktif mendukung program-program yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

    “Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar aktivitas warga, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Kombes Henik dalam keterangannya.

    Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat agar rencana pembangunan tersebut dapat segera direalisasikan sesuai ketentuan. Harapan yang sama disampaikan warga setempat yang menginginkan akses penghubung antar desa kembali layak dan aman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

    Jembatan yang direncanakan dibangun ini memiliki peran strategis karena menjadi penghubung utama antara Desa Bantarjaya dan Desa Bantarsari, sekaligus jalur penting bagi aktivitas warga, khususnya di sektor pertanian.

    Kegiatan ini kembali menegaskan bahwa dalam setiap program pembangunan yang menyentuh kepentingan publik, Brimob Polda Metro Jaya senantiasa hadir untuk memberikan dukungan nyata, sejalan dengan komitmen Polri dalam melayani dan mengabdi kepada masyarakat.

  • Brimob Polda Metro Kawal Pembangunan Jembatan di Pebayuran Bekasi

    Brimob Polda Metro Kawal Pembangunan Jembatan di Pebayuran Bekasi

    Bekasi – Satuan Brimob Polda Metro Jaya mengawal penuh rencana pembangunan jembatan penghubung di Desa Bantarjaya, Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Peninjauan lokasi ini menjadi bagian dari upaya Polri mendorong percepatan infrastruktur yang berdampak langsung pada kelancaran ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat Bekasi.
    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto meninjau secara langsung lokasi pembangunan jembatan, pada Rabu (7/1/2026). Kunjungan Kombes Henik ini menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap program Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dasar.

    Dalam peninjauan tersebut, Kombes Henik melihat langsung kondisi akses yang selama ini digunakan masyarakat. Saat ini, warga masih mengandalkan jembatan swadaya berbahan bambu yang kondisinya tidak layak dan rawan, setelah jembatan permanen sebelumnya rusak akibat banjir. Situasi ini dinilai membutuhkan perhatian serius agar mobilitas masyarakat kembali aman dan lancar.

    Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya sebatas pada aspek keamanan, tetapi juga berperan aktif mendukung program-program yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

    “Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar aktivitas warga, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Kombes Henik dalam keterangannya.

    Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat agar rencana pembangunan tersebut dapat segera direalisasikan sesuai ketentuan. Harapan yang sama disampaikan warga setempat yang menginginkan akses penghubung antar desa kembali layak dan aman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

    Jembatan yang direncanakan dibangun ini memiliki peran strategis karena menjadi penghubung utama antara Desa Bantarjaya dan Desa Bantarsari, sekaligus jalur penting bagi aktivitas warga, khususnya di sektor pertanian.

    Kegiatan ini kembali menegaskan bahwa dalam setiap program pembangunan yang menyentuh kepentingan publik, Brimob Polda Metro Jaya senantiasa hadir untuk memberikan dukungan nyata, sejalan dengan komitmen Polri dalam melayani dan mengabdi kepada masyarakat.

  • BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi Dari Apartemen Ancol Yang Jadi Dapur Narkoba, 

    BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi Dari Apartemen Ancol Yang Jadi Dapur Narkoba, 

    BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi Dari Apartemen Ancol Yang Jadi Dapur Narkoba,

    Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan narkoba yang memproduksi happy water dan liquid vape berisi etomidate di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara.

    Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap empat tersangka yang berperan sebagai kurir hingga pengendali operasional.

    Plt Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, mengatakan empat tersangka berinisial HS, DM, PS, dan HSN menjalankan bisnis gelap dengan pembagian tugas yang rapi.

    “Petugas mengamankan empat tersangka dengan peran sebagai kurir, peracik, pengendali, dan pembiaya,” ujar Budi, Selasa (6/1/2026).

    Pengungkapan kasus ini bermula dari pengawasan keimigrasian dan kepabeanan terhadap penumpang asal Malaysia.

    Dari pemeriksaan tersebut, petugas menangkap HS dan DM yang membawa bahan kimia diduga mengandung MDMA dan etomidate.

    Keduanya mengaku berperan sebagai kurir yang membawa bahan terlarang dari luar negeri ke Indonesia. Berdasarkan pengakuan itu, petugas langsung melakukan pengembangan

    Selanjutnya, BNN menangkap PS dan HSN di apartemen Ancol. PS diketahui meracik bahan narkotika sekaligus mengendalikan produksi.

    “PS berperan sebagai peracik dan pengendali kegiatan,” jelas Budi.

    Di lokasi, penyidik menyita 2.010 saset serbuk minuman berasa dan 85 cartridge vape siap edar.

    BNN mengungkap pelaku menyamarkan happy water ke dalam kemasan minuman energi untuk mengelabui petugas. Kemasan yang digunakan menyerupai merek populer seperti Extra Joss, Kuku Bima, hingga minuman bubble tea.

    “Ini murni kamuflase. Isinya narkotika,” tegas Budi.

    Pelaku menjual satu saset happy water dengan harga Rp 2–6 juta. Sementara itu, liquid vape etomidate bermerek Love Ind dibanderol Rp 2–5 juta per cartridge.

    Para pelaku mengedarkan liquid vape tersebut ke sejumlah tempat hiburan malam dengan menyasar kalangan muda dan pengguna vape sebagai target utama.

    Meski para tersangka mengaku baru belajar meracik narkotika selama tiga bulan, BNN menilai kapasitas produksinya besar.

    “Jaringan ini mampu memproduksi ribuan cartridge. Artinya, ribuan hingga puluhan ribu generasi muda berhasil kita selamatkan,” kata Budi.

    BNN juga menduga sindikat ini terhubung dengan jaringan internasional. Tiga orang berinisial CY (WNA), ZQ (WNA), dan H kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Para tersangka menghadapi jerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.

    BNN memastikan pengembangan kasus terus berjalan untuk membongkar jaringan narkoba lintas negara tersebut.

  • BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi Dari Apartemen Ancol Yang Jadi Dapur Narkoba, 

    BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi Dari Apartemen Ancol Yang Jadi Dapur Narkoba, 

    BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi Dari Apartemen Ancol Yang Jadi Dapur Narkoba,

    Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan narkoba yang memproduksi happy water dan liquid vape berisi etomidate di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara.

    Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap empat tersangka yang berperan sebagai kurir hingga pengendali operasional.

    Plt Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, mengatakan empat tersangka berinisial HS, DM, PS, dan HSN menjalankan bisnis gelap dengan pembagian tugas yang rapi.

    “Petugas mengamankan empat tersangka dengan peran sebagai kurir, peracik, pengendali, dan pembiaya,” ujar Budi, Selasa (6/1/2026).

    Pengungkapan kasus ini bermula dari pengawasan keimigrasian dan kepabeanan terhadap penumpang asal Malaysia.

    Dari pemeriksaan tersebut, petugas menangkap HS dan DM yang membawa bahan kimia diduga mengandung MDMA dan etomidate.

    Keduanya mengaku berperan sebagai kurir yang membawa bahan terlarang dari luar negeri ke Indonesia. Berdasarkan pengakuan itu, petugas langsung melakukan pengembangan

    Selanjutnya, BNN menangkap PS dan HSN di apartemen Ancol. PS diketahui meracik bahan narkotika sekaligus mengendalikan produksi.

    “PS berperan sebagai peracik dan pengendali kegiatan,” jelas Budi.

    Di lokasi, penyidik menyita 2.010 saset serbuk minuman berasa dan 85 cartridge vape siap edar.

    BNN mengungkap pelaku menyamarkan happy water ke dalam kemasan minuman energi untuk mengelabui petugas. Kemasan yang digunakan menyerupai merek populer seperti Extra Joss, Kuku Bima, hingga minuman bubble tea.

    “Ini murni kamuflase. Isinya narkotika,” tegas Budi.

    Pelaku menjual satu saset happy water dengan harga Rp 2–6 juta. Sementara itu, liquid vape etomidate bermerek Love Ind dibanderol Rp 2–5 juta per cartridge.

    Para pelaku mengedarkan liquid vape tersebut ke sejumlah tempat hiburan malam dengan menyasar kalangan muda dan pengguna vape sebagai target utama.

    Meski para tersangka mengaku baru belajar meracik narkotika selama tiga bulan, BNN menilai kapasitas produksinya besar.

    “Jaringan ini mampu memproduksi ribuan cartridge. Artinya, ribuan hingga puluhan ribu generasi muda berhasil kita selamatkan,” kata Budi.

    BNN juga menduga sindikat ini terhubung dengan jaringan internasional. Tiga orang berinisial CY (WNA), ZQ (WNA), dan H kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Para tersangka menghadapi jerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.

    BNN memastikan pengembangan kasus terus berjalan untuk membongkar jaringan narkoba lintas negara tersebut.

  • BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi Dari Apartemen Ancol Yang Jadi Dapur Narkoba, 

    BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi Dari Apartemen Ancol Yang Jadi Dapur Narkoba, 

    BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi Dari Apartemen Ancol Yang Jadi Dapur Narkoba,

    Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan narkoba yang memproduksi happy water dan liquid vape berisi etomidate di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara.

    Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap empat tersangka yang berperan sebagai kurir hingga pengendali operasional.

    Plt Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, mengatakan empat tersangka berinisial HS, DM, PS, dan HSN menjalankan bisnis gelap dengan pembagian tugas yang rapi.

    “Petugas mengamankan empat tersangka dengan peran sebagai kurir, peracik, pengendali, dan pembiaya,” ujar Budi, Selasa (6/1/2026).

    Pengungkapan kasus ini bermula dari pengawasan keimigrasian dan kepabeanan terhadap penumpang asal Malaysia.

    Dari pemeriksaan tersebut, petugas menangkap HS dan DM yang membawa bahan kimia diduga mengandung MDMA dan etomidate.

    Keduanya mengaku berperan sebagai kurir yang membawa bahan terlarang dari luar negeri ke Indonesia. Berdasarkan pengakuan itu, petugas langsung melakukan pengembangan

    Selanjutnya, BNN menangkap PS dan HSN di apartemen Ancol. PS diketahui meracik bahan narkotika sekaligus mengendalikan produksi.

    “PS berperan sebagai peracik dan pengendali kegiatan,” jelas Budi.

    Di lokasi, penyidik menyita 2.010 saset serbuk minuman berasa dan 85 cartridge vape siap edar.

    BNN mengungkap pelaku menyamarkan happy water ke dalam kemasan minuman energi untuk mengelabui petugas. Kemasan yang digunakan menyerupai merek populer seperti Extra Joss, Kuku Bima, hingga minuman bubble tea.

    “Ini murni kamuflase. Isinya narkotika,” tegas Budi.

    Pelaku menjual satu saset happy water dengan harga Rp 2–6 juta. Sementara itu, liquid vape etomidate bermerek Love Ind dibanderol Rp 2–5 juta per cartridge.

    Para pelaku mengedarkan liquid vape tersebut ke sejumlah tempat hiburan malam dengan menyasar kalangan muda dan pengguna vape sebagai target utama.

    Meski para tersangka mengaku baru belajar meracik narkotika selama tiga bulan, BNN menilai kapasitas produksinya besar.

    “Jaringan ini mampu memproduksi ribuan cartridge. Artinya, ribuan hingga puluhan ribu generasi muda berhasil kita selamatkan,” kata Budi.

    BNN juga menduga sindikat ini terhubung dengan jaringan internasional. Tiga orang berinisial CY (WNA), ZQ (WNA), dan H kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Para tersangka menghadapi jerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.

    BNN memastikan pengembangan kasus terus berjalan untuk membongkar jaringan narkoba lintas negara tersebut.

  • Viral Apartemen Ancol Jadi Dapur Narkoba, BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi

    Viral Apartemen Ancol Jadi Dapur Narkoba, BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi

    Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan narkoba yang memproduksi happy water dan liquid vape berisi etomidate di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara.

    Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap empat tersangka yang berperan sebagai kurir hingga pengendali operasional.

    Plt Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, mengatakan empat tersangka berinisial HS, DM, PS, dan HSN menjalankan bisnis gelap dengan pembagian tugas yang rapi.

    “Petugas mengamankan empat tersangka dengan peran sebagai kurir, peracik, pengendali, dan pembiaya,” ujar Budi, Selasa (6/1/2026).

    Pengungkapan kasus ini bermula dari pengawasan keimigrasian dan kepabeanan terhadap penumpang asal Malaysia.

    Dari pemeriksaan tersebut, petugas menangkap HS dan DM yang membawa bahan kimia diduga mengandung MDMA dan etomidate.

    Keduanya mengaku berperan sebagai kurir yang membawa bahan terlarang dari luar negeri ke Indonesia. Berdasarkan pengakuan itu, petugas langsung melakukan pengembangan

    Selanjutnya, BNN menangkap PS dan HSN di apartemen Ancol. PS diketahui meracik bahan narkotika sekaligus mengendalikan produksi.

    “PS berperan sebagai peracik dan pengendali kegiatan,” jelas Budi.

    Di lokasi, penyidik menyita 2.010 saset serbuk minuman berasa dan 85 cartridge vape siap edar.

    BNN mengungkap pelaku menyamarkan happy water ke dalam kemasan minuman energi untuk mengelabui petugas. Kemasan yang digunakan menyerupai merek populer seperti Extra Joss, Kuku Bima, hingga minuman bubble tea.

    “Ini murni kamuflase. Isinya narkotika,” tegas Budi.

    Pelaku menjual satu saset happy water dengan harga Rp 2–6 juta. Sementara itu, liquid vape etomidate bermerek Love Ind dibanderol Rp 2–5 juta per cartridge.

    Para pelaku mengedarkan liquid vape tersebut ke sejumlah tempat hiburan malam dengan menyasar kalangan muda dan pengguna vape sebagai target utama.

    Meski para tersangka mengaku baru belajar meracik narkotika selama tiga bulan, BNN menilai kapasitas produksinya besar.

    “Jaringan ini mampu memproduksi ribuan cartridge. Artinya, ribuan hingga puluhan ribu generasi muda berhasil kita selamatkan,” kata Budi.

    BNN juga menduga sindikat ini terhubung dengan jaringan internasional. Tiga orang berinisial CY (WNA), ZQ (WNA), dan H kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Para tersangka menghadapi jerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.

    BNN memastikan pengembangan kasus terus berjalan untuk membongkar jaringan narkoba lintas negara tersebut.

  • Viral Apartemen Ancol Jadi Dapur Narkoba, BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi

    Viral Apartemen Ancol Jadi Dapur Narkoba, BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi

    Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan narkoba yang memproduksi happy water dan liquid vape berisi etomidate di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara.

    Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap empat tersangka yang berperan sebagai kurir hingga pengendali operasional.

    Plt Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, mengatakan empat tersangka berinisial HS, DM, PS, dan HSN menjalankan bisnis gelap dengan pembagian tugas yang rapi.

    “Petugas mengamankan empat tersangka dengan peran sebagai kurir, peracik, pengendali, dan pembiaya,” ujar Budi, Selasa (6/1/2026).

    Pengungkapan kasus ini bermula dari pengawasan keimigrasian dan kepabeanan terhadap penumpang asal Malaysia.

    Dari pemeriksaan tersebut, petugas menangkap HS dan DM yang membawa bahan kimia diduga mengandung MDMA dan etomidate.

    Keduanya mengaku berperan sebagai kurir yang membawa bahan terlarang dari luar negeri ke Indonesia. Berdasarkan pengakuan itu, petugas langsung melakukan pengembangan

    Selanjutnya, BNN menangkap PS dan HSN di apartemen Ancol. PS diketahui meracik bahan narkotika sekaligus mengendalikan produksi.

    “PS berperan sebagai peracik dan pengendali kegiatan,” jelas Budi.

    Di lokasi, penyidik menyita 2.010 saset serbuk minuman berasa dan 85 cartridge vape siap edar.

    BNN mengungkap pelaku menyamarkan happy water ke dalam kemasan minuman energi untuk mengelabui petugas. Kemasan yang digunakan menyerupai merek populer seperti Extra Joss, Kuku Bima, hingga minuman bubble tea.

    “Ini murni kamuflase. Isinya narkotika,” tegas Budi.

    Pelaku menjual satu saset happy water dengan harga Rp 2–6 juta. Sementara itu, liquid vape etomidate bermerek Love Ind dibanderol Rp 2–5 juta per cartridge.

    Para pelaku mengedarkan liquid vape tersebut ke sejumlah tempat hiburan malam dengan menyasar kalangan muda dan pengguna vape sebagai target utama.

    Meski para tersangka mengaku baru belajar meracik narkotika selama tiga bulan, BNN menilai kapasitas produksinya besar.

    “Jaringan ini mampu memproduksi ribuan cartridge. Artinya, ribuan hingga puluhan ribu generasi muda berhasil kita selamatkan,” kata Budi.

    BNN juga menduga sindikat ini terhubung dengan jaringan internasional. Tiga orang berinisial CY (WNA), ZQ (WNA), dan H kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Para tersangka menghadapi jerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.

    BNN memastikan pengembangan kasus terus berjalan untuk membongkar jaringan narkoba lintas negara tersebut.

  • Viral Apartemen Ancol Jadi Dapur Narkoba, BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi

    Viral Apartemen Ancol Jadi Dapur Narkoba, BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi

    Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan narkoba yang memproduksi happy water dan liquid vape berisi etomidate di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara.

    Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap empat tersangka yang berperan sebagai kurir hingga pengendali operasional.

    Plt Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, mengatakan empat tersangka berinisial HS, DM, PS, dan HSN menjalankan bisnis gelap dengan pembagian tugas yang rapi.

    “Petugas mengamankan empat tersangka dengan peran sebagai kurir, peracik, pengendali, dan pembiaya,” ujar Budi, Selasa (6/1/2026).

    Pengungkapan kasus ini bermula dari pengawasan keimigrasian dan kepabeanan terhadap penumpang asal Malaysia.

    Dari pemeriksaan tersebut, petugas menangkap HS dan DM yang membawa bahan kimia diduga mengandung MDMA dan etomidate.

    Keduanya mengaku berperan sebagai kurir yang membawa bahan terlarang dari luar negeri ke Indonesia. Berdasarkan pengakuan itu, petugas langsung melakukan pengembangan

    Selanjutnya, BNN menangkap PS dan HSN di apartemen Ancol. PS diketahui meracik bahan narkotika sekaligus mengendalikan produksi.

    “PS berperan sebagai peracik dan pengendali kegiatan,” jelas Budi.

    Di lokasi, penyidik menyita 2.010 saset serbuk minuman berasa dan 85 cartridge vape siap edar.

    BNN mengungkap pelaku menyamarkan happy water ke dalam kemasan minuman energi untuk mengelabui petugas. Kemasan yang digunakan menyerupai merek populer seperti Extra Joss, Kuku Bima, hingga minuman bubble tea.

    “Ini murni kamuflase. Isinya narkotika,” tegas Budi.

    Pelaku menjual satu saset happy water dengan harga Rp 2–6 juta. Sementara itu, liquid vape etomidate bermerek Love Ind dibanderol Rp 2–5 juta per cartridge.

    Para pelaku mengedarkan liquid vape tersebut ke sejumlah tempat hiburan malam dengan menyasar kalangan muda dan pengguna vape sebagai target utama.

    Meski para tersangka mengaku baru belajar meracik narkotika selama tiga bulan, BNN menilai kapasitas produksinya besar.

    “Jaringan ini mampu memproduksi ribuan cartridge. Artinya, ribuan hingga puluhan ribu generasi muda berhasil kita selamatkan,” kata Budi.

    BNN juga menduga sindikat ini terhubung dengan jaringan internasional. Tiga orang berinisial CY (WNA), ZQ (WNA), dan H kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Para tersangka menghadapi jerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.

    BNN memastikan pengembangan kasus terus berjalan untuk membongkar jaringan narkoba lintas negara tersebut.

  • Apartemen Ancol Jadi Dapur Narkoba, BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi

    Apartemen Ancol Jadi Dapur Narkoba, BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi

    Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan narkoba yang memproduksi happy water dan liquid vape berisi etomidate di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara.

    Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap empat tersangka yang berperan sebagai kurir hingga pengendali operasional.

    Plt Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, mengatakan empat tersangka berinisial HS, DM, PS, dan HSN menjalankan bisnis gelap dengan pembagian tugas yang rapi.

    “Petugas mengamankan empat tersangka dengan peran sebagai kurir, peracik, pengendali, dan pembiaya,” ujar Budi, Selasa (6/1/2026).

    Pengungkapan kasus ini bermula dari pengawasan keimigrasian dan kepabeanan terhadap penumpang asal Malaysia.

    Dari pemeriksaan tersebut, petugas menangkap HS dan DM yang membawa bahan kimia diduga mengandung MDMA dan etomidate.

    Keduanya mengaku berperan sebagai kurir yang membawa bahan terlarang dari luar negeri ke Indonesia. Berdasarkan pengakuan itu, petugas langsung melakukan pengembangan

    Selanjutnya, BNN menangkap PS dan HSN di apartemen Ancol. PS diketahui meracik bahan narkotika sekaligus mengendalikan produksi.

    “PS berperan sebagai peracik dan pengendali kegiatan,” jelas Budi.

    Di lokasi, penyidik menyita 2.010 saset serbuk minuman berasa dan 85 cartridge vape siap edar.

    BNN mengungkap pelaku menyamarkan happy water ke dalam kemasan minuman energi untuk mengelabui petugas. Kemasan yang digunakan menyerupai merek populer seperti Extra Joss, Kuku Bima, hingga minuman bubble tea.

    “Ini murni kamuflase. Isinya narkotika,” tegas Budi.

    Pelaku menjual satu saset happy water dengan harga Rp 2–6 juta. Sementara itu, liquid vape etomidate bermerek Love Ind dibanderol Rp 2–5 juta per cartridge.

    Para pelaku mengedarkan liquid vape tersebut ke sejumlah tempat hiburan malam dengan menyasar kalangan muda dan pengguna vape sebagai target utama.

    Meski para tersangka mengaku baru belajar meracik narkotika selama tiga bulan, BNN menilai kapasitas produksinya besar.

    “Jaringan ini mampu memproduksi ribuan cartridge. Artinya, ribuan hingga puluhan ribu generasi muda berhasil kita selamatkan,” kata Budi.

    BNN juga menduga sindikat ini terhubung dengan jaringan internasional. Tiga orang berinisial CY (WNA), ZQ (WNA), dan H kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Para tersangka menghadapi jerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.

    BNN memastikan pengembangan kasus terus berjalan untuk membongkar jaringan narkoba lintas negara tersebut.

  • Apartemen Ancol Jadi Dapur Narkoba, BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi

    Apartemen Ancol Jadi Dapur Narkoba, BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi

    Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan narkoba yang memproduksi happy water dan liquid vape berisi etomidate di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara.

    Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap empat tersangka yang berperan sebagai kurir hingga pengendali operasional.

    Plt Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, mengatakan empat tersangka berinisial HS, DM, PS, dan HSN menjalankan bisnis gelap dengan pembagian tugas yang rapi.

    “Petugas mengamankan empat tersangka dengan peran sebagai kurir, peracik, pengendali, dan pembiaya,” ujar Budi, Selasa (6/1/2026).

    Pengungkapan kasus ini bermula dari pengawasan keimigrasian dan kepabeanan terhadap penumpang asal Malaysia.

    Dari pemeriksaan tersebut, petugas menangkap HS dan DM yang membawa bahan kimia diduga mengandung MDMA dan etomidate.

    Keduanya mengaku berperan sebagai kurir yang membawa bahan terlarang dari luar negeri ke Indonesia. Berdasarkan pengakuan itu, petugas langsung melakukan pengembangan

    Selanjutnya, BNN menangkap PS dan HSN di apartemen Ancol. PS diketahui meracik bahan narkotika sekaligus mengendalikan produksi.

    “PS berperan sebagai peracik dan pengendali kegiatan,” jelas Budi.

    Di lokasi, penyidik menyita 2.010 saset serbuk minuman berasa dan 85 cartridge vape siap edar.

    BNN mengungkap pelaku menyamarkan happy water ke dalam kemasan minuman energi untuk mengelabui petugas. Kemasan yang digunakan menyerupai merek populer seperti Extra Joss, Kuku Bima, hingga minuman bubble tea.

    “Ini murni kamuflase. Isinya narkotika,” tegas Budi.

    Pelaku menjual satu saset happy water dengan harga Rp 2–6 juta. Sementara itu, liquid vape etomidate bermerek Love Ind dibanderol Rp 2–5 juta per cartridge.

    Para pelaku mengedarkan liquid vape tersebut ke sejumlah tempat hiburan malam dengan menyasar kalangan muda dan pengguna vape sebagai target utama.

    Meski para tersangka mengaku baru belajar meracik narkotika selama tiga bulan, BNN menilai kapasitas produksinya besar.

    “Jaringan ini mampu memproduksi ribuan cartridge. Artinya, ribuan hingga puluhan ribu generasi muda berhasil kita selamatkan,” kata Budi.

    BNN juga menduga sindikat ini terhubung dengan jaringan internasional. Tiga orang berinisial CY (WNA), ZQ (WNA), dan H kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Para tersangka menghadapi jerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.

    BNN memastikan pengembangan kasus terus berjalan untuk membongkar jaringan narkoba lintas negara tersebut.