12.1 C
New York
Wednesday, April 17, 2024

Buy now

spot_img

Masa Remaja Jaman Now Sekarang Sudah Dimulai Usia 10 Tahun Hingga 24 Tahun

Usia 17 tahun bagi masyarakat Indonesia pada umumnya telah dianggap memasuki fase usia dewasa. Namun, ilmuwan telah menemukan adanya perubahan sosial yang mulai menggeser definisi ‘usia dewasa’ ini.

Memang, kedewasaan seseorang tidak bisa dilihat dari umurnya. Riset yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Child & Adolescent Health menyatakan bahwa banyaknya anak muda yang memutuskan untuk mengeyam pendidikan tinggi hingga menunda pernikahan atau keinginan memiliki anak inilah yang menjadi faktornya.

Fenomena tersebut, menurut para ilmuwan, membuat kita harus mendefinisikan kembali persepsi umum kapan dimulainya usia dewasa.

Menurut para periset dalam penelitian tersebut, perubahan sosial dan biologis telah memperpanjang usia remaja dari usia 10-19, menjadi 10 tahun hingga usia 24 tahun.

Inilah yang menyebabkan perdebatan mengenai apakah kebijakan baru akan menguntungkan atau hanya membuat para orangtua “mengasuh bayi” berusia remaja.

Berdasarkan laporan BBC, usia pubertas biasanya terjadi pada usia 14 tahun. Namun, karena faktor peningkatan kesehatan dan gizi yang terjadi di sebagian besar negara berkembang, usia pubertas menurun pada usia 10 tahun.

Ini yang mengakibatkan usia rata-rata menstruasi pertama seorang gadis menjadi lebih muda 4 tahun di negara-negara industri seperti Inggris dalam 150 tahun terakhir.

Walau puber lebih cepat, namun banyak orang justru menikah di usia lebih tua sehingga “terlambat” memiliki anak.

Berdasarkan laporan dari Kantor Statistik Nasional Inggris, pada tahun 2013, usia rata-rata seseorang pria untuk memasuki pernikahan pertama mereka adalah 32 tahun dan 30 tahun untuk wanita Inggris. Fenomena ini meningkat hampir 8 tahun sejak 1973.

Nah, bila usia remaja dihitung dari masa pubertas hingga menikah, maka masa remaja makin panjang.

Laporan dalam riset tersebut juga menegaskan argumen biologis lainnya mengapa definisi masa remaja harus diperluas. Menurut para ilmuwan, ini mencakup kenyataan bahwa tubuh terus berkembang, misalnya otak semakin matang saat melewati usia 20 dan bekerja lebih efisien.

Profesor Susan Sawyer, direktur pusat kesehatan remaja di Royal Children’s Hospital di Melbourne, menyebut hal ini sebagai “ketergantungan semi-dinamis”.

“Meskipun ketentuan hukum untuk orang dewasa berlaku pada usia 18 tahun, orang mampu berperan dan memiliki tanggung jawab layaknya orang dewasa saat melewati usia tersebut,” ucapnya.

Sawyer mengatakan bahwa definisi masa remaja saat ini “terlalu terbatas.” Menurutnya, perubahan sosial ini perlu menginformasikan kebijakan, termasuk memperluas layanan dukungan pemuda sampai usia 25 tahun.

Fenomena serupa juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013, mayoritas warga Indonesia – baik lelaki dan perempuan – menikah pada usia 25-44 tahun.

Uniknya, hasil survei BPS tersebut menyatakan bahwa prosentase pria Indonesia yang menikah pada usia 25-44 tahun mencapai 96,06 persen. Prosentase tersebut lebih tinggi daripada wanita yang hanya mencapai 31,92 persen.

Namun, riset 2015 dari BPS tersebut juga mengatakan bahwa sebesar 21,31 persen lelaki Indonesia yang berusia di atas 10 tahun tidak memiliki ijazah pendidikan. Sementara itu, wanita menduduki prosentase lebih tinggi yang mencapai 26,24 persen.

Sumber: Kompas.com

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles