10.1 C
New York
Sunday, March 26, 2023

Buy now

spot_img

Salah Satu Material Yang Digunakan Untuk Pembangunan Proyek Saluran Air Desa Nyamplong

Proyek saluran air dan plengsengan di Dusun Guder Laok, Desa Nyamplong, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, yang diduga dikerjakan asal-asalan bakal berlanjut. Ahmad Afandi, salah satu tokoh pemuda meminta aparat penegak hukum (APH) turun tangan. Bahkan, dia berencana mengadukan masalah tersebut.

            Dia menilai, proyek yang memakan anggaran sekitar Rp 75 juta itu bermasalah. Salah satu indikasinya, tidak menggunakan pasir hitam. ”Kami dan beberapa masyarakat sedang mengumpulkan bukti-bukti awal sebagai langkah awal untuk bersurat atau mengadu ke penegak hukum,” kata Afandi Kamis (18/1).

Saat pihaknya kroscek ke lokasi, tidak ada konsultan pengawas. Dengan begitu, pelaksana tak ada yang mengontrol. Hal itu berpotensi terjadinya penyelewengan. Karena material yang digunakan tidak sesuai, dia memprediksi proyek tersebut tidak akan bertahan lama. Dia berjanji dalam waktu dekat surat itu akan dilayangkan.

Selain itu, proyek yang diusulkan lewat wakil rakyat itu molor. Meski dianggarkan  pada 2017 hingga awal 2018, proyek tersebut masih dikerjakan. Pihak pelaksana berdalih sering hujan, sehingga menganggu pelaksanaan pembangunan. Namun, hal itu tetap tidak bisa dibenarkan.

            Kepala Desa (Kades) Nyamplong Mutawa membantah proyek itu dikerjakan secara asal-asalan. Material yang digunakan sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB), termasuk penggunakan pasir hitam. ”Silakan kroscek, pengerjaan sudah sesuai dengan ketentuan. Ini uang amanah, tidak mungkin dikerjakan main-main,” katanya.

Sumber: jawapos

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,750FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles